humas karimun

Yos Abramsyah, Jelang MTQ Tingkat Provinsi Kepri Jadwal Tutup Buka TMH Belum Jelas

Published in KARIMUN
Written by  01 March 2014
Rate this item
(0 votes)

 

 

 

images/438.jpg

Tampak, Penari  Setengah Telanjang di Champion's  Executive Club Hotel Aston Karimun, Kepri.(photo.Ilustrasi)

 

KARIMUN (KT) - Ketua LSM Transparansi Anggaran Pembangunan (TAP) Kabupaten Karimun, Yos Abransyah kecewa besar dengan Bupati Karimun, Nurdin Basirun yang tidak bisa mengambil sikap mengenai tutup buka tempat hiburan malam (THM) selama pelaksanaan MTQ Provinsi Kepri ke-5 tahun 2014.

Menurut pria yang selalu disapa Yos itu, Pemkab Karimun selama menjelang MTQ Provinsi Kepri ke-5 tahun 2014 gencar-gencarnya melaksanakan razia atau penertiban, dengan sasaran pelajar, anjal, gepeng sampai orang gila yang melibat mulai dari Satpol PP hingga beberapa instansi vertikal lainnya. Namun mengapa dalam mengambil sikap mengenai persoalan tutup-buka THM tidak bisa diputuskan dengan segera oleh Bupati Karimun.

"Dia kan orang nomor satu memimpin daerah ini, tentuya dia bisa memutuskannya dengan segera, setiap Kepala SKPD maupun instansi vertikal menuruti keputusan Bupati kenapa harus menunggu-nunggu lagi, jadi untuk apa hanya penertiban saja dilakukan sedangkan THM sampai saat ini belum jelas aturan tutup-bukanya," ungkapnya dengan lantang.

Disampaikannya, MTQ salah satu rangkaian kegiatan keagamaan, apalagi pelaksanaan MTQ nantinya seluruh masyarakat dari Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepri hadir di bumi berazam ini, dengan bukanya THM akan sangat berdampak dan menimbulkan kesan buruk.

"Diaturkan tutup-buka THM selama pelaksanaan MTQ Provinsi Kepri ke-5 yang tidak lama lagi akan dibuka. Jika perlu selama pelaksanaan kegiatan itu seluruh THM ditutup, dengan ditutupnya THM akan timbul kesan baik. Jadi kepala daerah haruslah bijaksana dalam hal ini," tegas Yos kepada Bupati Karimun.

Mengenai Pemkab Karimun menghimbau kepada masyarakat beragama muslim diharapkan mengunakan busana muslim (baju kurung melayu) selama pelakasanaan MTQ Provinsi Kepri ke-5 tahun 2014, LSM TAP mengkritiknya.

"Sah-sah saja himbaun itu, namun sanggupkah Pemkab Karimun menyediakan anggarannya. Jangan hanya bisa menghimbau akan tetapi tidak ada solusinya. Sudah tahu masih banyak masyarakat muslim yang dibawah garis kemiskinan, ironisnya pemerintah daerah hanya bisa berucap saja tanpa ada pemikiran matang," tutur Yos.

Lanjut Yos, yang perlu diperhatikan oleh Pemkab Karimun tentang pakaian yang digunakan masyarakat dalam keseharian yaitu, warga dari etnis tiong hoa."Warga etnis tiong hoa banyak berada di Karimun, namun pakaian yang mereka gunakan seperti yang terlihat saat ini begitu minim, tetapi mengapa pemerintah tidak ada memberlakukan himbauwan  untuk itu," tanya Yos dengan tegas.

Meskipun berada mereka berbeda agama, tentunya MTQ sebuah hiburan bagi mereka. Jadi bagaimana jika mereka tiba-tiba berada dilokasi acara dengan pakaian aduhai seperti itu. Maka dari itu, Pemkab Karimun selain mengerahkan Satpol PP melakukan penertiban, soal pakaian yang digunakan dari kaum wanita warga tiong hoa harus diperhatikann juga," pungkasnya. (nov.k)

Canggai Putri

:: KEPRI

KALENDER BERITA

« October 2014 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    
DISPENDA KARIMUN